Foto Ini Diyakini Membuat Miris Siapa Saja Yang Melihatnya, Faktanya Seperti Ini

Foto Ini Diyakini Membuat Miris Siapa Saja Yang Melihatnya, Faktanya Seperti Ini

art-duduk-di-luar-restoran-menunggu-majikannya-makan
Sumber gambar: today.line.me
Apapun pekerjaannya sudah seharusnya kita saling menghargai sebagai sesama manusia. Begitupun dengan orang-orang yang memilih bekerja sebagai asisten rumah tangga atau ART.

ART memiliki tugas untuk melakukan segala hal yang diperintahkan oleh majikannya. Namun, bukan berarti majikan bertindak semena-mena, karena ART juga punya rasa, punya hati.

Jangan sampai seperti peristiwa yang tengah viral akhir-akhir ini. Dimana ada sebuah foto yang memperlihatkan ART sedang duduk di luar restoran, sementara majikannya asyik makan di dalam.

Foto yang viral di Singapura itu tentu mengundang kemarahan netizen. Salah satunya adalah seorang narablog asal Inggris, bernama Malcom Conlan.

Ia tentu merasa prihatin dengan kondisi ART tersebut, lantas menulis surat terbuka kepada Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong. Berikut isi suratnya:

"Saya minta maaf karena merasa penting untuk menulis ini kepada Anda secara pribadi, namun saya benar-benar terkejut dan sedih melihat foto seorang pekerja Filipina di negara Anda, duduk di luar restoran berjongkok, hampir diperlakukan seperti anjing yang diikat di luar dan sedang menunggu tuannya kembali dan melepaskannya," tulis Malcolm dalam suratnya kepada PM Lee, melansir dari MSN.

"Saya sungguh kecewa dengan perlakuan yang diterima perempuan ini. Jika keluarga tersebut tak mampu membayar makan orang Filipina ini di restoran, lantas patut dipertanyakan apakah mereka benar-benar mampu mempekerjakan ART?" lanjutnya.

Belum dapat dipastikan mengenai kewarganegaraan ART tersebut, namun yang pasti foto memprihatinkannya itu sangat mengundang kontra terutama kepada majikannya.

Foto dari area luar sebuah restoran China itu diambil oleh salah satu pria berusia 38 tahun yang identitasnya dirahasiakan.
Inilah Cara Simpel Untuk Mencegah Terjadinya Stunting Pada Anak

Inilah Cara Simpel Untuk Mencegah Terjadinya Stunting Pada Anak

Inilah-Cara-Simple-Untuk-Mencegah-Terjadinya-Stunting-Pada-Anak
Sumber gambar: flickr.com
Sebagai mama, orang tua, ataupun calon mama milenials tentu penting sekali untuk mengenal apa itu stunting. Pasalnya stunting ini tak bisa dianggap enteng.

Stunting menjadi isu kesehatan yang ditakuti. Sebab berdampak terhadap rendahnya sumber daya manusia Indonesia.

[Segera Kenali Penyakit Stunting, Karena Jika Hal Ini Terjadi Susah Untuk Disembuhkan]

Sebagai masyarakat Indonesia tentu kita harus perlu ikut berperan aktif dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia dengan memberikan pemahaman mengenai stunting dan bagaimana cara pencegahannya.

Untuk itu, inilah beberapa cara simpel untuk mencegah terjadinya stunting pada anak:
  1. Menjaga Kebersihan
    menjaga-kebersihan
    Sumber gambar: salud180.com
    Kebersihan adalah salah satu faktor yang menyebabkan timbulnya penyakit pada anak, bahkan bukan kepada anak-anak saja. Kita sebagai orang dewasa pun bisa saja mengalami sakit lantaran tidak menjaga kebersihan.
    Kesehatan erat kaitannya dengan kebersihan. Kebersihan yang kita jaga juga mampu menjaga kekebalan tubuh pada anak, sehingga bisa terhindar dari infeksi. Hal ini menjadi dasar untuk mencegah anak dari infeksi, yang mana infeksi merupakan salah satu penyebab stunting.
  2. Pola Makan Sehat
    pola-makan-sehat
    Sumber gambar: flickr.com
    Membiasakan pola makan sehat merupakan hal yang penting bagi tumbuh kembang anak. Hal ini pula yang bisa menjadi cara untuk mencegah stunting. Kita ketahui jika permasalahan stunting ini timbul dari asupan gizi buruk atau kurang yang menjadi faktor utama terjadinya stunting pada anak.
    Stunting bisa terjadi bahkan ketika bayi masih dalam kandungan. Untuk itu, penting bagi calon ibu memperhatikan asupan gizi dan nutrisi yang baik saat hamil.
    Salah satu contoh dalam satu porsi makan adalah diisi dengan buah-buahan dan saur-sayuran, setengahnya lagi bisa diisi oleh sumber protein hewani atau nabati (kedua protein ini sama pentingnya) dengan proporsi lebih banyak dari sumber karbohidrat.
  3. Pola Asuh Orang Tua
    pola-asuh-orangtua
    Sumber gambar: shutterstock.com
    Pola asuh orang tua terhadap anaknya tak bisa dianggap sepele. Bahkan hal ini merupakan faktor utama dalam lingkungan keluarga sebagai tempat pertama tumbuh kembang anak.
    Untuk itu, diperlukan pola asuh yang tepat bagi sang anak. Tak hanya perilaku, orang tua yang baik adalah orang tua yang mau untuk memahami edukasi perkembangan kesehatan anak, bahkan sejak dalam masa kandungan.
    Saling support dan kerjasama seorang suami dan istri untuk tetap harmonis juga tak kalah penting dalam tumbuh kembang anak. Pemberian hak anak untuk mendapatkan kekebalan melalui imunisasi juga tak boleh dilupakan.
  4. Aktifitas Fisik dan Berolahraga
    aktifitas-fisik-dan-berolahraga
    Sumber gambar: yandex.by
    Melakukan aktifitas fisik dan rutin berolahraga juga merupakan hal penting selain pemenuhan makanan yang bergizi dan bernutrisi.
    Aktifitas fisik membuat tubuh anak akan mengeluarkan energi dan faktanya menjadikan anak memiliki tubuh lebih tinggi daripada yang tidak bergerak.
  5. Istirahat
    istirahat
    Sumber gambar: ideastations.org
    Istirahat yang cukup dan tidur berkualitas membuat tubuh anak ikut berkembang dengan baik. Jangan sampai anak memiliki kebiasaan buruk dengan tidur larut malam. Sebab hormon pertumbuhan akan bekerja dengan maksimal pada malam hari alias pada saat anak tidur dengan nyenyak.
[Bahayanya Penyakit Stunting, Ternyata Gejalanya Seperti Ini]

Itulah beberapa cara simpel yang bisa dilakukan oleh para orang tua ataupun bagi calon mama milenials untuk segera mempersiapkan segala sesuatunya demi mencegah dan meminimalisir terjadinya stunting pada anak.

Semoga informasi ini bermanfaat dan sebagai pembaca, kalian pun bisa ikut berperan aktif dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia dengan membagikan informasi mengenai Cara Simple Untuk Mencegah Terjadinya Stunting Pada Anak. Sebab sekali lagi stunting ini bukan masalah sepele, ini adalah isu kesehatan yang ditakuti.

Segera Kenali Penyakit Stunting, Karena Jika Hal Ini Terjadi Susah Untuk Disembuhkan

Segera-Kenali-Penyakit-Stunting,-Karena-Jika-Hal-Ini-Terjadi-Susah-Untuk-Disembuhkan
Sumber gambar: flickr.com
Stunting menjadi salah satu isu kesehatan yang sangat ditakuti. Hal itu karena berbahayanya penyakit ini dengan menyasar tumbuh kembang anak-anak. Sehingga mengakibatkan gagalnya sang anak memiliki tinggi tubuh yang ideal pada usianya.

[Bahayanya Penyakit Stunting, Ternyata Gejalanya Seperti Ini]

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa kondisi ini sudah terjadi ketika bayi yang bahkan masih berada di dalam kandungan. Hal itu diakibatkan oleh asupan ibu selama kehamilan kurang berkualitas, sehingga nutrisi yang diterima janin sedikit.

Teori juga menyebutkan bahwa kurangnya asupan makanan yang mengandung zink, zat besi, serta protein ketika anak masih berusia balita adalah hal yang disinyalir menjadi faktor utama yang menyebabkan stunting.

Sehingga kabar buruknya, penyakit stunting ini adalah penyakit yang terbilang susah untuk disembuhkan jika usia sang anak sudah lebih dari 2 tahun.
"Pasien-pasien saya kan datangnya sudah stunting. Tetapi kita lihat lagi, kalau kita bisa perbaiki, di bawah usia dua tahun. Kalau di atas itu, sulit," begitu tutur spesialis nutrisi dan metabolik pada anak, dr Damayanti Rusli Sjarif, SpA(K), mengutip detikHealth
Maksudnya jika seorang anak sejak ia masih balita sudah stunting atau mengalami tinggi tubuh yang tidak ideal pada seusianya, maka saat puber ia tidak dapat mencapai pertumbuhan maksimal. Bahkan pertumbuhannya akan terus lambat hingga ia dewasa.
Segera-Kenali-Penyakit-Stunting,-Karena-Jika-Hal-Ini-Terjadi-Susah-Untuk-Disembuhkan
Sumber gambar: pixabay.com
Untuk mengetahui cara apa saja yang bisa dilakukan agar meminimalisir terjadinya stunting silahkan klik dibawah ini:

[Inilah Cara Simple Untuk Mencegah Terjadinya Stunting Pada Anak]

Bahayanya Penyakit Stunting, Ternyata Gejalanya Seperti Ini

bahaya-penyakit-stunting-ternyata-gejalanya-seperti-ini
Sumber gambar: pixabay.com
Kita tentu ketahui jika pertumbuhan orang-orang di dunia ini berbeda. Asia dan Eropa misalnya, orang-orang di Asia lebih memiliki tinggi tubuh dibawah rata-rata orang Eropa.
Memang itu sudah menjadi rahasia umum. Tapi tahukah kalian, jika ada penyakit yang memang menyasar tumbuh kembang anak. Ini tentu harus menjadi perhatian khusus bagi para orang tua.

Stunting, adalah nama penyakit itu. Secara garis besar penyakit ini mengakibatkan pertumbuhan anak atau bayi mengalami hambatan lantaran kekurangan nutrisi penting dalam tubuh, seperti karbohidrat, lemak, dan protein. Stunting merupakan salah satu isu kesehatan yang sangat ditakuti. Betapa tidak, penyakit ini membuat anak-anak gagal memiliki tinggi tubuh yang ideal pada usianya.

[Segera Kenal Penyakit Stunting, Karena Jika Hal Ini terjadi Susah Untuk Disembuhkan]


Gejala Anak Stunting
Bahayanya-Penyakit-Stunting,-Ternyata-Gejalanya-Seperti-Ini
Sumber gambar: flickr.com
Seperti yang disebutkan di atas bahwa stunting membuat pertumbuhan anak-anak terhambat sehingga gagal memiliki tinggi tubuh yang ideal pada usianya. Namun begitu, ternyata tidak semua anak yang perawakannya lebih pendek mengalami stunting.

Perawakan lebih pendek pada anak belum tentu stunting, sebab ada standar baku dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengenai pengukuran tinggi badan menurut usianya.

Seorang anak bisa diketahui stunting apabila hasil pengukuran panjang atau tinggi badannya berada pada kisaran di bawah normal standar baku dari WHO.

Maka seorang anak bisa dinyatakan stunting atau tidak berdasarkan dari hasil pengukuran tersebut. Artinya seorang anak tidak bisa dinyatakan stunting hanya dengan dikira-kira saja atau ditebak tanpa pengukuran.

Adapun gejala lain selain tinggi tubuh sang anak yang bisa dikenali untuk meminimalisir terjadinya stunting yaitu:
  1. Pertumbuhan melambat
  2. Wajah tampak lebih muda dari anak seusianya
  3. Pertumbuhan gigi terlambat
  4. Pertumbuhan tulang tertunda
  5. Berat badan tidak naik, namun cenderung menurun
  6. Mudah terkena penyakit infeksi
Itulah beberapa gejala stunting pada anak, tentu tak mudah untuk menemukan gejalanya yang mungkin saja bisa dialami pada anak selain melakukan konsultasi dengan dokter. Maka alangkah baiknya kita bisa mencegah terjadinya stunting pada anak. Karena apapun itu nama penyakitnya lebih baik mencegah daripada mengobati.

[Inilah Cara Simpel Untuk Mencegah Terjadinya Stunting Pada Anak]

Ibu dan Anak Ini Tewas, Kejadiannya Bisa Bikin Kamu Ingat Kasih Sayang Ibumu Sendiri

ibu dan anak tewas di danau pasuruan
Referensi pihak ketiga
Kasih sayang Ibu kepada anaknya sangatlah besar, bahkan untuk mengorbankan nyawanya pun Ibu pasti mau. Seperti peristiwa yang terjadi di sebuah danau di Pasuruan.

Mencuci piring bahkan pakaian di sungai maupun danau menjadi suatu aktivitas yang lumrah di Indonesia. Hal itu karena lebih efektif dalam membersihkan noda dan bau pada pakaian karena adanya arus air.

Namun, baru-baru ini peristiwa naas terjadi kepada Siti Khotimah (21) dan anaknya, Rafa (2). Mereka dinyatakan tewas saat mencuci pakaian di Danau Ranu, Grati, Jumat (6/4/2018) pagi, seperti mengutip Tribunpasuruan.com (6/4/2018).

Entah bagaimana kejadiannya, Rafa tiba-tiba tercebut ke danau, salah satu warga Sulasno menuturkan, korban saat itu sempat berteriak meminta bantuan. Namun tak ada respon dari warga sekitar.

Pada akhirnya, korban memutuskan untuk menceburkan diri dengan maksud menolong anaknya, meski korban tak memiliki keahlian berenang. Alhasil korban tenggelam bersama anaknya.

Jenazah mereka ditemukan oleh salah satu warga yang kebetulan sedang mencari burung. Saat ditemukan keduanya sedang dalam posisi berpelukan. Hal itu kemudian dilaporkan ke polsisi.

Mengenai peristiwa tewasnya ibu dan anak ini, Kapolres Pasuruan, AKBP Rizal Martomo menuturkan bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Kami akan menyelidikinya. Yang jelas, sebelum ditemukan meninggal, keduanya terlihat sedang mencuci baju. Kami tidak berspekulasi, kami akan memeriksanya,” pungkasnya.

Parah! Ingin Dagangannya Laku, Penjual Ini Berikan Bonus Video Dewasa ke Anak Kecil

pedagang cilok ditangkap polisi
Referendi Pihak Ketiga
Sangat miris dengan apa yang dilakukan oleh Hasanudin (35), seorang penjual cilok di Banyumas, Jawa Tengah. Dengan alasan ingin dagangannya laris dan si pembeli balik lagi untuk membeli ciloknya, ia memberikan bonus menonton video dewasa.

Bahkan, entah apa yang ada dipikirannya. Peristiwa itu dilakukannya kepada anak-anak. Tentu saja hal itu sangat merusak generasi penerus bangsa.

Mengutip Kompas.com (6/4/2018), Wakil Kepala Polres Banyumas, Komisaris Polisi Malpa Malaccopo, saat press release, Jumat (6/4/2018) menjelaskan bahwa kedok Hasanudin terbongkas setelah salah satu orang tua korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polisi pada hari, Rabu (4/4/2018).
“Setelah kami lakukan penyelidikan, pada Kamis (5/4/2018), tersangka kami tangkap saat tengah berjualan di belakang SDN 1 Pasir Wetan, Kecamatan Karanglewas,” ujarnya.
Hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah barang bukti berupa video dewasa di handphone tersangka. Bahkan tersangka sudah menjajakan dagangannya di SDN 1 Pasir Wetan selama dua minggu.
“Dari hasil penyelidikan, kami menemukan bukti video **rn* di handphone tersangka. Dia (tersangka) sudah dua minggu jualan disitu (SDN 1 Pasir Wetan). Sementara baru ada tiga korban,” tuturnya.
Sementara itu menurut tersangka, dirinya mengaku hanya memberikan tontonan video tersebut selama dua hari, karena ingat anaknya dirinya pun memutuskan untuk berhenti memberikan 'racun' kepada anak orang lain.
“Awalnya saya pikir cuma buat penglaris saja, tapi setelah saya ingat anak saya sendiri saya putuskan untuk tidak ngasih video lagi,” katanya.
Tersangka terancam dengan hukuman empat tahun penjara dengan pemberatan lebih dari lima tahun. Ia dijerat dengan Pasal 37 jo Pasal 32 UU RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Kenapa Luar Angkasa Gelap?

luar angkasa
Kenapa Luar Angkasa Gelap?
Mungkin kalian semua tahu jika pada dasarnya bintang-bintang yang bertebaran dilangit ukurannya lebih besar dari matahari ataupun bulan. Tapi kenapa dengan ukuran yang sangat besar itu luar angkasa bisa gelap?

Mungkin juga pertanyaan itu simpel, namun ternyata jawabannya tidak simpel dan semudah itu. Penyebab luar angkasa bisa gelap ada hubungannya dengan luas alam semesta kita ini.

Ada sekitar 100 ribu juta bintang di galaksi kita, dan 1 septilon bintang di alam semesta. Nah, keberadaannya yang jauh sekali menjadi penyebab para bintang tidak bisa memberikan cahaya sekuat matahari. Oke, kita ibaratkan dengan sebuah cahaya dari lampu senter.

Jika kita menyalakan senter dari dekat tentu cahayanya akan terlihat terang sekali, namun ketika dari jauh tentu cahayanya meredup bahkan hilang. Nah, kita ibaratkan cahaya senter dari jauh itu adalah cahaya bintang yang juga jauh, yang cahayanya tidak sampai ke bumi. Bahkan, butuh jutaan tahun perjalanan hanya untuk bisa sampai ke bumi.

Tapi sebenarnya hal itu belum bisa menjawab sepenuhnya pertanyaan di atas. Karena faktanya alam semesta ini tidak hanya luas sekali, tapi juga mengembang. Ya, hal itu tentunya dapat menyebabkan gelapnya luar angkasa.

Kita coba ibaratkan lagi dengan 9kg gula, yang ditabur pada piring hitam, setelah itu ditabur ke meja makan, setelah itu ditabur ke lapangan bola yang dicat berwarna hitam, tentu hal itu lama kelamaan membuat gula semakin berjarak dan semakin terlihat kecil, hingga menjadi titik-titik putih diluasnya lapangan tadi.

Nah, pada awalnya alam semesta ini padat, namun karena ada proses tiap saatnya seperti gula tadi maka munculah teori Big Bang yang menyebutkan bahwa semesta itu terus mengembang. Bahkan mungkin nanti akan menjadi 1000 kali lipat lapangan bola tadi. Dan mungkin juga satu masa nanti tidak ada lagi bintang yang terlihat dari bumi, yang membuat langit malam pada akhirnya benar-benar gelap.

Jadi pada intinya luar angkasa gelap itu sudah direncanakan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, kita sebagai umat manusia hanya tinggal bersyukur atas apa yang diberikanNya, termasuk cahaya-cahaya bintang yang kita lihat dari bumi, meskipun hanya titik-titik kita patut mensyukurinya sebelum bintang dan cahaya kecilnya itu, benar-benar hilang.

Terima kasih kepada channel Youtube; Kok Bisa? yang telah menjadi referensi tulisan ini.

Gubuk Tempat Aktivitas Anak Punk Dirobohkan Satpol PP, Ternyata Ini Isi Didalamnya

Gubuk Tempat Aktivitas Anak Punk Dirobohkan Satpol PP
Gubuk Tempat Aktivitas Anak Punk Dirobohkan Satpol PP. via Tribunnews.com
Sebuah gubuk yang dibangun dan dijadikan tempat aktivitas oleh sekelompok anak punk akhirnya dibongkar paksa oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) dan Dinas Sosial (Dissos) Kota Singkawang pada Kamis (22/3/2018) lalu.

Hal itu terpaksa dilakukan guna anak punk dan pengamen tidak kembali lagi ke gubuk yang dijadikan basecamp oleh mereka.

Sebelum dilakukan pembongkaran Kepala Bidang Trantib Satuan Polisi Pamong Praja Singkawang, Jarvid, mengatur strategi yang matang dengan membagi personel menjadi empat regu untuk menggerebek sekelompok anak punk tersebut. Meskipun ada sebagian anak punk yang berhasil lolos.
“Tim kita bagi sebanyak empat regu, satu regu masuk dari dekat Bank Mandiri, satu regu masuk dari Kompas, satu regu masuk dari Kantor Perpusatakaan yang lama dan satu lagi masuk dari toko foto Mawar,” jelas Jarvid, mengutip TribunSingkawang.com, Senin (26/3/2018).
Ternyata anak-anak punk yang berkeliaran di jalanan kota Singkawang tidak seluruhnya berasal dari kota tersebut, melainkan kebanyakan dari luar seperti Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Bengkayang, hingga Pontianak.
“Anak-anak yang tertangkap tidak semuanya dari Kota Singkawang. Kebanyakan dari luar, seperti Kalsel, Jatim, Bengkayang dan Kota Pontianak,” tambahnya.
Sementara itu dari hasil pembongkaran gubuk tersebut terdapat sebuah kasur dan perlengkapan masak yang tentunya disiapkan anak-anak punk untuk kehidupan sehari-hari mereka.
“Mereka membuat gubuk sendiri lengkap dengan tilam dan tempat masak,” tutup Jarvid.

Membeli Sebuah Lemari Bekas, Tak Disangka Pria Ini Temukan Hal Mengejutkan Didalamnya

Emil Knodell membeli lemari bekas isinya mengejutkan
Lemari bekas yang dibelinya
Seorang pria berusia 67 tahun bernama Emil Knodell berniat membeli sebuah lemari, apalagi ketika diberitahukan oleh si penjual bahwa lemari itu berusia tua yakni 125 tahun, Emil makin bersemangat untuk membelinya.

Namun, harga yang ditawarkan cukup mahal, Emil mulai berpikir-pikir lagi hingga selama 3 hari dilakukan penjualan, tak seorang pun yang tertarik untuk membelinya. Karena hal tersebut akhirnya penjual menurunkan harganya menjadi USD100 atau setara dengan Rp.1,3juta.
lemari bekas yang dibeli emil
Lemari bekas yang dibeli emil
Pria asal Texas itu pun kembali tertarik untuk membelinya setelah mengetahui bahwa harga yang ditawarkan penjual diturunkan, ditambah lemari itu terbuat dari kayu berkualitas tinggu dengan pola ukiran halus yang membuat dia semakin ingin memilikinya.

Setelah melakukan transaksi, dia bersama temannya membawa lemari itu untuk dibawa pulang kemudian memasukannya ke mobil pick up. Namun, ketika dimasukan terdengar suara gemericik dari dalam laci lemari.

Mengutip Tribunnews, siapa sangka ternyata lemari itu memiliki kompartemen rahasia dibagian bawah dan penuh dengan perhiasan, berlian, barang antik kuno hingga uang yang diketahui berasal dari perang sipil.
barang-barang antik dan perhiasan
Isi dari lemari kayu Emil
Emil sangat terkejut dengan apa yang ditemukannya, kaget dan gembira dirasakan hingga membuatnya bingung apa yang harus dilakukan. Setelah berpikir, dia memutuskan untuk menghubungi kembali penjual dan menyerahkan temuannya itu.

Karena dia sadar jika yang dibelinya adalah lemari bukan dengan isinya. Tentu saja tindakan Emil untuk mengembalikan perhiasan dan benda-benda antik itu dipuji oleh penjual.
barang-barang antik dan perhiasan
Isi dari lemari kayu Emil
Penjual akhirnya memutuskan untuk memberikan Emil sebagian dari barang-barang tersebut sebagai tanda terima kasih atas kebaikannya. Namun tetap, Emil mengatakan bahwa dia tidak akan menerima barang yang memang bukan miliknya.

Usut punya usut, ternyata kakek dan nenek penjual lah yang memiliki lemari itu, dan ia tidak tahu jika ada kompartemen rahasia didalamnya. Berkat kejujuran Emil penjual mengambil alih warisan keluarganya.

Kenakan Jaket Saat Jogging? Sebaiknya Jangan!

kenakan jaket saat jogging
Kenakan jaket saat jogging
Lari atau jogging saat ini sudah menjadi suatu olahraga yang ngetren, olahraga yang murah meriah ini banyak digandrungi semua kalangan. Ragam pula gaya, ataupun style yang juga ngetren dikalangan anak muda yang digunakan saat jogging, salah satunya adalah mengenakan jaket. Mungkin kamu pernah melihat orang-orang jogging dengan mengenakan jaket, atau bahkan kamu pernah mengalaminya. Namun, apakah mengenakan jaket saat berolahraga diperbolehkan terutama dampak bagi kesehatan tubuh kita?

Ternyata menggunakan jaket saat jogging maupun olahraga lainnya dapat menghambat penguapan keringat yang dikeluarkan oleh tubuh. Padahal semestinya penguapan keringat ditubuh kita sangat penting untuk terjadi ketika melakukan aktivitas fisik ataupun olahraga seperti jogging. Seperti apa yang diutarakan oleh dr. Hario Tilarso, SpKO, FACSM selaku spesialis kedokteran olahraga.
"Kalau berlari, berlaku juga pada semua jenis olahraga, gunakan pakaian yang bahannya tidak tebal. Jangan menggunakan bahan wool apalagi jaket. Pakailah bahan yang bisa membantu memudahkan penguapan keringat yang keluar saat berlari. Karena harus diperhatikan bahwa keringat yang keluar itu harus diuapkan," ungkap dr Hario seperti dilansir detikHealth.
Proses penguapan keringat yang terjadi merupakan hal yang penting dan tak bisa dibaikan oleh kita begitu saja, saat berolahraga. Karena proses tersebut akan membantu mendinginkan suhu badan kita yang akan semakin memanas saat berolahraga.

Bahkan jika kita mengabaikannya bisa mengalami suatu masalah kesehatan, seperti cedera yang terjadi karena disebabkan akibat panas di dalam tubuh. Seperti, pingsan bahkan lebih parah lagi yakni kematian, hal itu disebut dengan Heat Injuries.
"Jika tidak ada penguapan, orang bisa terserang cedera. Namanya itu heat injuries," tutup dokter yang berpraktik di RS Premier Bintaro ini.