Mitos Dan Fakta Cegukan

Cegukan,merupakan suatu penyakit yang pastinya semua orang pernah alami,  mulai dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansiapun pernah mengalami cegukan. Cegukan dalam bahasa medisnya biasa disebut Hiccup atau istilah lain disebut spasme. Cegukan biasanya disebabkan oleh adanya kontraksi sekat rongga tubuh, atau kerap disebut diagfragma, yang terjadi secara tiba-tiba atau mendadak.

Kontraksi ini berdampak tarikan napas yang diakhiri secara refleks oleh tertutupnya lubang di antara kedua pita suara. Tarikan napas akibat tertutupnya lubang tersebut menimbulkan suara khas waktu cegukan. Kejadian ini dapat timbul satu kali, tetapi dapat pula berupa rangkaian yang tak dapat dikendalikan.
Mitos Mengenai Cegukan
Mitos Mengenai Cegukan
Kita bahas mitos mengenai cegukan di masyarakat Jawa contohnya, cegukan yang dialami oleh anak-anak terutama anak kecil konon menjadi sebuah penanda bahwa si anak akan segera cepat tumbuh besar dan juga cepat tinggi. Kesimpulan itu didapat lantaran suara cegukan yang seolah-olah menarik badan si anak sehingga bergerak memanjang dan membesarkan badannya. Namun kesimpulan itu entah fakta adanya atau memang hanya mitos belaka.

Sebuah fakta dan mitos cegukan tentunya tak hanya di Indonesia, di luar negri sana missal di India banyak orang mempercayai bahwa cegukan akan tiba atau muncul ketika seseorang mengingat mereka. So, ketika seseorang mengalami cegukan. Mereka berpikir bahwa ada dari seorang teman atau anggota keluarga yang berpikir atau memikirkan tentang mereka. Kesimpulan itu bisa memikirkan atau berfikir jika ada yang membicarakan keburukan seseorang di belakang, atau bisa juga membicarakan hal-hal baik.

Sementara itu di masyarakat Barat yang katanya konon lebih modern, ternyata juga menyebutkan jika cegukan ada kaitannya dengan minuman keras, yakni terlalu over atau berlebihan dalam mengonsumsinya  hingga mabuk seperti yang digambarkan dalam sebuah film-film mereka, dimana ada seseorang yang menyeracau diselingi dengan kejang spontan mulai dari bahu dan suara pendek mencicit layaknya sebuah cegukan.

Lalu bagaimana fakta terkait cegukan? Cegukan biasanya terjadi  dimulai selama atau setelah minum atau makan. Ini mungkin terjadi dikarenakan iritasi pada saraf frenikus, yang letaknya di dekat kerongkongan. Cegukan ini juga dapat terjadi karena makan dan minum terlalu cepat atau bisa juga karena dari memakan makanan dan  minuman panas. Menelan udara selama makan dapat menyebabkan cegukan ketika akumulasi gas dalam perut menekan ke atas melawan diafragma.

Apabila Kamu seringkali mengalami cegukan, Maka cobalah dengan mencegahnya,  mulai dengan tidak terburu-buru saat makan atau minum. Saat-saat ketika hendak minum, tariklah  napas secara  pelan-pelan lalu minum secara perlahan. Jika Kamu makan dengan terlalu cepat juga bisa menyebabkan perut Kamu kembung dan mengganggu otot diafragma, yang bisa mengakibatkan terjadinya cegukan.

Kebanyakan cegukan sangat mungkin terjadi akibat adanya sebuah reflexs saraf di dalam dada yang  mengirimkan sebuah sinyal ke diafragma dan otot antar tulang rusuk secara tiba-tiba atau spontan berkontraksi selama bernafas normal.

Cegukan juga dapat terjadi jika keadaan psikis atau emosi kamu mengalami perubahan yang cukup drastis, atau jika tubuh tiba-tiba mengalami sebuah perubahan suhu udara. Pada dua kasus ini, cegukan adalah hasil dari hambatan pada saraf karena itu bisa membahayakan, sebab bisa mengguncang saraf yang kadangkala bisa menyebabkan serangan jantung.
Cegukan(Image/sehatly.com/7029)
Fakta-Fakta Mengenai Cegukan
  1. Charles Osborne merupakan orang yang berasal dari Amerika yang memegang rekor cegukan terlama terjadi selama 68 tahun yakni dari 1922 hingga Februari 1990.
  2. Pada dasarnya cegukan mempunyai istilah medis, yakni singultus. Kata Singultus merupakan kata dari bahasa latin yang artinya ialah seseorang yang mengambil nafas ketika saat menangis.
  3. Salah satu cara menghilangkan cegukan adalah minum air putih yang banyak dan menghirup udara lewat mulut. Ada juga yang bilang dikagetkan ampuh menhilangkan cegukan.
  4. Ada yang mengatakan cegukan yang dialami balita membantu mereka untuk bersendawa sendiri.
  5. Cegukan yang dialami janin diduga merupakan proses untuk menghirup udara pertama kalinya.
  6. Cegukan lebih sering dialami seorang bayi daripada orang dewasa.
  7. Cegukan juga dialami oleh semua mamalia.
  8. Menurut hasil USG, cegukan juga dialami oleh janin.
  9. Tidak ada yang tahu persis sejak kapan cegukan itu ada.
Itulah fakta dan mitos mengenai cegukan yang penulis tulis dan dapatkan dari berbagai sumber, cegukan merupakan suatu penyakit yang rata-rata orang mengabaikannya karena anggapan cegukan dapat hilang dengan sendirinya. Namun kamu perlu khawatir jika mengalami cegukan dalam jangka waktu yang cukup lama, kamu perlu memeriksakannya ke dokter, agar penanganannya bisa dilakukan secara tepat dan efektif. Terima kasih telah bersedia membaca artikel ini, mohon di share yaa jika dirasa bermanfaat!

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »