Parah! Ingin Dagangannya Laku, Penjual Ini Berikan Bonus Video Dewasa ke Anak Kecil

pedagang cilok ditangkap polisi
Referendi Pihak Ketiga
Sangat miris dengan apa yang dilakukan oleh Hasanudin (35), seorang penjual cilok di Banyumas, Jawa Tengah. Dengan alasan ingin dagangannya laris dan si pembeli balik lagi untuk membeli ciloknya, ia memberikan bonus menonton video dewasa.

Bahkan, entah apa yang ada dipikirannya. Peristiwa itu dilakukannya kepada anak-anak. Tentu saja hal itu sangat merusak generasi penerus bangsa.

Mengutip Kompas.com (6/4/2018), Wakil Kepala Polres Banyumas, Komisaris Polisi Malpa Malaccopo, saat press release, Jumat (6/4/2018) menjelaskan bahwa kedok Hasanudin terbongkas setelah salah satu orang tua korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polisi pada hari, Rabu (4/4/2018).
“Setelah kami lakukan penyelidikan, pada Kamis (5/4/2018), tersangka kami tangkap saat tengah berjualan di belakang SDN 1 Pasir Wetan, Kecamatan Karanglewas,” ujarnya.
Hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah barang bukti berupa video dewasa di handphone tersangka. Bahkan tersangka sudah menjajakan dagangannya di SDN 1 Pasir Wetan selama dua minggu.
“Dari hasil penyelidikan, kami menemukan bukti video **rn* di handphone tersangka. Dia (tersangka) sudah dua minggu jualan disitu (SDN 1 Pasir Wetan). Sementara baru ada tiga korban,” tuturnya.
Sementara itu menurut tersangka, dirinya mengaku hanya memberikan tontonan video tersebut selama dua hari, karena ingat anaknya dirinya pun memutuskan untuk berhenti memberikan 'racun' kepada anak orang lain.
“Awalnya saya pikir cuma buat penglaris saja, tapi setelah saya ingat anak saya sendiri saya putuskan untuk tidak ngasih video lagi,” katanya.
Tersangka terancam dengan hukuman empat tahun penjara dengan pemberatan lebih dari lima tahun. Ia dijerat dengan Pasal 37 jo Pasal 32 UU RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »